Analisis Keanekaragaman Odonata di Aliran Sungai Cuban Talun dan Cuban Rondo Kabupaten Malang. (1) Sutirjo, (2), Bagyo Yanuwiadi (3) Edi Widjajanto
Februari 5, 2007
Uji Preferensi Pengendalaian Nyamuk dengan menggunakan Capung: Orthetrum sabina dan Pantala flavescens.(1) Sutirjo, (2) Sutiman, B.S, (3) Edi Widjajanto
Penyakit parasitik misalnya demam berdarah dan malaria sampai saat ini masih merupakan salah satu penyakit infeksi yang berbahaya. Hampir 300-5000 juta penduduk dunia terinfeksi malaria dengan kematian 1,5-2,7 juta tiap tahun. Akibat yang kurang menguntungkan dari penggunaan larvisida itulah yang memacu dikembangkan jasad hayati. Kehadiran populasi predator Odonata di daerah tertentu digunakan sebagai alternatif untuk mengetahui populasi nyamuk sebagai vektor penyakit di daerah tersebut. Sehingga peluang penggunaan predator Odonata sebagai pengendali vektor penyakit melalui nyamuk masih terbuka, sebab Odonata sebagai predator dalam sehari mampu menangkap nyamuk 300-600 ekor.
Penelitian terhadap efisiensi pengendalian terhadap vektor larva nyamuk dengan menggunakan Odonata selama ini masih terbatas pada tataran larva dan hasil tingkat pemangsaan spesies Odonata terhadap larva nyamuk sangat besar, terutama Pantala flavescens. Pantala flavescens adalah pemangsa yang paling efektif terhadap Aedes aegypti (76,1%) dan Culex quinquefasciatus (64,63%).
Untuk mengungkap tingkat pemangsaan Orthetrum sabina dan Pantala flavescens terhadap nyamuk Culex dan Aedes maka dirumuskan masalah bagaimana preferensi Spesies Capung: Orthetrum sabina dan Pantala flavescens terhadap nyamuk Culex dan Aedes. Penelitian ini memiliki dua variabel bebas yaitu Orthetrum sabina dan Pantala flavescens serta satu variabel terikat yaitu nyamuk. Pengumpulan data diperoleh dengan menghitung prosesntase nyamuk, kupu-kupu, dan belalang yang dimangsa oleh setiap Pantala flavescens atau Orthetrum sabina dianalisa dengan menggunakan rumus prosentase pemangsaan.
Hasil uji preferensi Orthetrum sabina dan Pantala flavescens dewasa terhadap nyamuk Culex dan Aedes, yang sudah peneliti lakukan menunjukkan tingkat pemangsaan yang besar. Hasil pemangsaan Orthetrum sabina terhadap nyamuk Culex dan Aedes sebesar 82,76% dan 84,97%. Tingkat pemangsaan Pantala flavescens terhadap nyamuk Culex dan Aedes sebesar 84,52% dan 84,51%.
Adapun uji pemangsaan dengan memberikan makanan Odonata yang lebih bervariasi menunjukkan jumlah pemangsaan yang tetap besar terhadap nyamuk. Jumlah nyamuk Culex , Aedes, dan kupu-kupu yang dimangsa oleh Orthetrum sabina sebesar 86,94% dan 81,54%, dan 16,67%. Tingkat pemangsaan Pantala flavescens terhadap nyamuk Culex , Aedes, dan kupu-kupu sebesar 89,97%, 83,85%, dan 8,33%. Dari hasil uji pemangsaan tersebut selanjutnya dilakukan uji T dan hasilnya untuk Culex dan Aedes pada Orthetrum sabina yaitu berbeda nyata begitu juga untuk Culex dan Aedes pada Pantala flavescens.
Untuk itu penggunaan Odonata sebagai kontrol biologi terhadap vektor penyakit parasitik atau untuk mengetahui keterkaitan dengan populasi nyamuk sebagai vektor penyakit di kota Malang sangat layak untuk dilakukan. Kebiasaan Odonata hidup pada habitat yang bersih dan bersifat sebagai predator dengan tingkat pemangsaan yang besar terhadap berbagai larva dan nyamuk dewasa memiliki peluang untuk dijadikan kontrol biologi terhadap vektor nyamuk yang terkait dengan penyakit parasitik.
Kata-kata Kunci: Uji Preferensi, Pengendalaian Nyamuk, Capung,Orthetrum sabina dan Pantala flavescens
ABSTRAK
Analisis Keanekaragaman Odonata di Aliran Sungai Cuban Talun dan Cuban Rondo Kabupaten Malang. (1) Sutirjo, (2), Sutiman, B.S, (3), Bagyo Yanuwiadi (4) Edi Widjajanto
Di daerah tropika seperti Indonesia diperkirakan terdapat komunitas biologi yang sangat besar. Minim sekali data tentang jenis-jenis tumbuhan dan hewan yang dimiliki. Odonata adalah salah satu kekeyaan Indonesia yang jarang mendapatkan perhatian, baik dari sudut peran atau pemanfaatannya.
Selama ini kajian dan optimalisasi insekta khususnya Odonata jarang dilakukan secara lebih mendalam. Keberadaan dan jenis Odonata yang ada di Indonesia, baru sebagaian kecil saja yang teridentifikasi artinya kajiannya masih sangat minim dan belum berkembang. Kajian tentang Capung baik sebatas sebagai sebuah pengetahuan atau pemanfaatan lainnya di Indonesia khususnya di Malang masih perlu dioptimalkan.
Untuk mengungkap bagaimana Diversitas Odonata di Aliran Sungai Cuban Talun dan Cuban Rondo Malang maka dirumuskan masalah sebagai berikut:bagaimana indeks keanekaragaman, indeks dominansi dan kekayaan Odonata di Aliran Sungai Cuban Talun dan Cuban Rondo Malang? Penelitian ini termassuk deskriptif ekploratif yang ingin mengungkap jenis-jenis Odonata di Aliran Sungai Cuban Talun dan Cuban Rondo Malang. Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan petak-petak pengamatan dengan metode sampling dengan teknik transek.
Dari hasil penelitian ditemukan jenis-jenis spesies Odonata di aliran sungai Cuban Talun yaitu 18 spesies meliputi: Orthetrum Sabina, Pantala flavescens, Calopteryx amata, Diplacodes melanopsis, Libellula incesta, Orthemis discolour, Potomarcha congener, Diplacodes trivalis, Calopteryx maculate, Rhynocypha bisignata, Crocothemis nigrifrons, Orthemis ferruginea, Agriocnemis argentea, Argia cuprea, Amphiagrion saucium, Argia apicalis, Gomphus militaris dan Lestes disjunctus. Adapun jenis-jenis Odonata di aliran sungai Cuban Rondo ada sembilan spesies meliputi: Agriocnemis argentea, Corcothemis servilia, Crocothemis nigrifrons, Diplacodes melanopsis, Enallagma exsulans, Orthetrum Sabina, Pantala flavescens, dan Rhynocypha bisignata.
Indeks keanekaragaman Odonata di aliran sungai Cuban Talun sebesar 2,71, kemerataan sebesar 0,53 dan kekayaan sebesar 26,13. Sedangkan indeks keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan di aliran sungai Cuban Talun masing-masing sebesar 2,03, 0,47, dan 18,17. Indeks keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan di aliran sungai Cuban Talun lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang ditemukan di aliran sungai Cuban Rondo.
Nilai kepadatan tertinggi jenis-jenis Odonata di aliran sungai Cuban Talun, ditemukan pada Orthetrum sabina sebesar 0,57/m2, dan kepadatan terendah pada Gomphus militaris. Nilai kepadatan tertinggi dan terendah di lokasi tersebut diikuti juga dengan nilai indeks dominasi tertinggi dan terendah pada spesies yang sama. Kepadatan tertinggi dan indeks Dominansi tertinggi di aliran sungai Cuban Talun pada Pantala flavescens sebesar 0,46 dan 0,069. Sedangkan kepadatan terendah dan indeks dominansi terendah pada Diplacodes trivalis sebesar 0,11 dan 0,004.
Berdasarkan temuan di atas maka perlu adanya pengembangan penelitian lanjutan yang lebih mendalam pada rentang waktu dan daerah yang lebih luas untuk mengetahui dinamika populasi jenis–jenis Odonata serta potensi peran dari jenis – jenis Odonata di Malang di masa mendatang.
Kata-kata Kunci: Analisis, Keanekaragaman, Odonata, Cuban Talun, Cuban Rondo
ABSTRAK
Diversitas Odonata dan Nyamuk di Perumahan Malang, Sebuah Studi Peran Odonata sebagai Predator (1) Sutirjo (2), Sutiman, B.S, (3), Bagyo Yanuwiadi (4) Edi Widjajanto
Selama ini kajian dan optimalisasi insekta khususnya Odonata jarang dilakukan secara lebih mendalam, utamanya di daerah perumahan. Begitu juga studi dinamika keberadaan nyamuk di perumahan Malang masih belum terungkap. Studi dinamika Odonata dan nyamuk secara bersama-sama baik sebatas sebagai sebuah pengetahuan atau pemanfaatan lainnya di Malang, khususnya di perumahan masih perlu dioptimalkan.
Untuk mengungkap bagaimana Diversitas Odonata dan nyamuk di Perumahan Malang maka dirumuskan masalah sebagai berikut:bagaimana kepadatan di perumahan Malang? Penelitian ini termasuk deskriptif ekploratif yang ingin mengungkap diversitas dan hubungan Odonata dengan nyamuk di perumahan Malang. Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan petak-petak pengamatan dengan metode sampling dengan teknik transek.
Dari hasil penelitian ditemukan jenis-jenis Odonata yang ditemukan di perumahan Malang terdiri dari dua marga yaitu Pantala dan Orthetrum. Dari dua marga tersebut terdiri dari dua spesies yang selalu ditemukan di perumahan Malang yaitu Pantala flavescens dan Orthetrum sabina. Nilai kepadatan tertinggi jenis-jenis Odonata di perumahan Malang yaitu pada Orthetrum sabina sebesar 0,75/m2, dan Pantala flavescens sebesar 0,67/m2 di perumahan Tidar. Kepadatan terendah Orthetrum sabina dan Pantala flavescens sebesar 0,04/m2 dan 0,01/m2 pada perumahan Sawojajar dan Purikartika.
Diversitas nyamuk yang ditemukan di perumahan Malang terdiri dari dua marga yaitu Culex dan Aedes. Adapun nilai kepadatan tertinggi dari marga nyamuk Aedes dan Culex sebesar 0,05/m2 dan 6,55/m2 di perumahan Sawojajar. Kepadatan terendah pada marga Culex sebesar 0,01/m2 di perumahan Sawojajar.
Jumlah kepadatan total jenis-jenis Odonata tertinggi di perumahan Malang yaitu di perumahan Tidar sebesar 1,43/m2 dan kepadatan Odonata terendah di perumahan Sawojajar sebesar 0,05/m2. Adapun kepadatan total nyamuk tertinggi di perumahan Sawojajar yaitu sebesar 6,6/m2 dan kepadatan nyamuk terendah di perumahan tidar sebesar 0,01/m2
Berdasarkan temuan di atas maka pengembangan penelitian lanjutan ke arah hubungan dinamika populasi Odonata dan nyamuk yang lebih mendalam penting dilakukan. Utamanya penelitian yang akan mengungkap potensi peran dari jenis – jenis Odonata di Malang di masa mendatang yang dikaitkan dengan kemampuan sebagai predator.
Kata-kata Kunci: Diversitas,Odonata, Nyamuk, Perumahan Malang, Predator
Entry Filed under: Publications. .
1.
zarrazz22duke | April 24, 2009 at 6:02 am
Referensi yang digunakan dalam identifikasi dan klasifikasi Odonata yang Bpk teliti menggunakan Buku karangan siapa???
Saya tertarik mengenai keanekaragaman Odonata di daerah saya…
Tapi saya masih bingung untuk acuan dlm identifikasinya…
Trimakasih…
zarrazz22duke@yahoo.com