Tulisan berikut ini berisi masukan, kritik, tanggapan, surat terbuka dari guru berkaitan dengan dunianya ” Suka-Duka”nya

Februari 5, 2007

BAHAGIAKAH SANG GURU?
Dengarkan…

Sepertinya Aku…
Terperangkap dalam rutinitas yang tidak produktif
Datang saat akan mengajar pulang setelah mengajar
Gajipun pas-pasan bahkan kurang
Begitulah hidupku dan tenagaku habis
Tidak ada yang dapat diandalkan dan tak seorangpun yang menghargaiku..hidupku seperti hilang!
Kehadiranku terasa tiada makna, ada di tempat kerja dan tidak adanya di tempat kerja sama saja.
Aku merasa tidak dibutuhkan oleh muridku, anak-anakku yang mulai dewasa, teman, tetangga,bahkan istriku,kecuali hanya minta tambahan belanja dan cicilan hutang.
Kehidupan keluargaku biasa-biasa saja, tidak pernah bertengkar tetapi hambar seakan tak saling mengenal!
Sepertinya beban semakin berat!
Aku kelebihan waktu luang tetapi minim pemasukan
Sepertinya aku harus tidak berhutang tetapi tidak bertahan
Resah, hampa, dan marah!
Sepertinya ada sesuatu yang Hilang…
Aku sendirian…

Aku muntah dengan kehidupan di kantor
Membenar-benarkan kata-kata yang tidak benar di hadapan pembesar, menjilat-jilat, membungkuk-bungkuk dihadapan pimpinan tetapi diam-diam menikam dari belakang
Aku muak!
Perlahan-lahan aku lewatkan saat itu dengan sakit hati yang menyayat, justru aku temukan kepuasan di luar jam mengajar.
Kepuasan saat “ngrumpi” bersama sejawat di ruang guru, di kantin, sambil membawa dagangan menambal kekurangan pemasukkan dibungkus kreatifitas
Membangun persengkongkolan dan menggabungkan kelemahan
Aku tak bisa diandalkan dan aku tak bisa mengubah hidupku!
Sepertinya ada sesuatu yang Hilang…
Aku sendirian…
Mungkin kau menganggap ini hanyalah kasuistik yang pribadi
Yakinlah segala sesuatu yang pribadi pada dasarnya bersifat umum
Inilah suara berjuta-juta guru!

Hidup ini adalah pilihan!
Memilih menjilat tapi culas, menurut tapi minta imbalan, kerjasama tapi ada kepakatan jahat, memberontak, membangun persengkongkolan, keluar, optimis, bekerjasama sukarela, dan berkarya.
Apa yang Anda lakukan seandainya mengalami ini…

Pertama!
Tidak diperlakukan dengan adil dan bijak!
Banyak permainan kotor, banyak nepotisme, sistem rekrutmen pegawai tidak jelas, perlakuan pimpinan tidak adil, ucapannya menyakitkan, sistem tunjangan/penggajian tidak jelas dan tidak jujur, penghargaan yang Anda terima tidak sesuai dengan jerih payah serta besarnya sumbangsih yang Anda berikan!
Apa kira-kira pilihan Anda?

Kedua!

Anda sudah digaji dengan Adil, tetapi anda tidak diberlakukan dengan semestinya. Perlakuan pimpinan Anda tidak konsisten, susah ditebak, semena-mena dan tergantung dengan “mood” hati bos atau orang di sekitar Bos Anda.
Apa kira-kira pilihan Anda?

Ketiga!
Anda sudah digaji dengan adil dan diberlakukan dengan baik, tetapi pemikiran Anda tidak didengarkan sama sekali atau tidak digubris. Tubuh fisik diberlakukan dengan baik tetapi pikiranku terasa tak termanfaatkan.
Apa kira-kira pilihan Anda?

Keempat!
Katakanlah Anda, tubuh-fisik, pikiran dilibatkan secara aktif, diperlakukan dengan baik (hati), tetapi anda sering disuruh membuat program, laporan, dan pengembangan institusi Anda, tetapi tidak pernah direalisasikan, tidak pernah dibaca, tidak pernah dilihat manfaatnya, Anda hanya dibutuhkan seakan-akan pemikirannya tetapi seperti menumpuk tanah dan meratakan kembali. Pekerjaan terasa sia-sia, tiada arti (jiwa)
Apa kira-kira pilihan Anda?

Kelima!
Jika Anda sudah digaji dengan adil, pikiran dilibatkan secara aktif, pekerjaan berarti, tetapi ada banyak agenda “jahat” yang tersembunyi, kebohongan, kecurangan terjadi terhadap siswa, orang tua siswa, teman sejawat, selalu berorientasi “proyek”, dan siapa teman serta lawan.

Apa kira-kira pilihan Anda?

Ketiga!
Anda sudah digaji dengan adil dan diberlakukan dengan baik, tetapi pemikiran Anda tidak didengarkan sama sekali atau tidak digubris. Tubuh fisik diberlakukan dengan baik tetapi pikiranku terasa tak termanfaatkan.
Apa kira-kira pilihan Anda?

Keempat!
Katakanlah Anda, tubuh-fisik, pikiran dilibatkan secara aktif, diperlakukan dengan baik (hati), tetapi anda sering disuruh membuat program, laporan, dan pengembangan institusi Anda, tetapi tidak pernah direalisasikan, tidak pernah dibaca, tidak pernah dilihat manfaatnya, Anda hanya dibutuhkan seakan-akan pemikirannya tetapi seperti menumpuk tanah dan meratakan kembali. Pekerjaan terasa sia-sia, tiada arti (jiwa)
Apa kira-kira pilihan Anda?

Kelima!
Jika Anda sudah digaji dengan adil, pikiran dilibatkan secara aktif, pekerjaan berarti, tetapi ada banyak agenda “jahat” yang tersembunyi, kebohongan, kecurangan terjadi terhadap siswa, orang tua siswa, teman sejawat, selalu berorientasi “proyek”, dan siapa teman serta lawan.

Apa kira-kira pilihan Anda?

Optimis kreatif-6

Kerja sepenuh hati-5

Kerjasama sukarela-4

Mengikuti aturan-3

Mengikuti perintah tapi culas-2

Membangun persengkokolan-keluar-1

Sungguh…!
Aku merindukan sebuah sekolah yang tidak hoby …
Menata bata dan menebang pohon mengurangi resapan
Suntuk menghitung ‘persentase’ lupa merealisasikan kesejajaran..sebagai hamba Allah

Entry Filed under: teacher voice. .

2 Comments Add your own

  • 1. emje  |  Desember 31, 2007 at 5:12 am

    Good, good, good… Benul alias benar dan betul pak.
    Saya juga merasa terwakili dengan kata-kata di atas.
    Salam kenal pak. Saya minta ijin nge-link-kan ke blog saya nggih?
    saya juga sedang belajar-belajar otak-atik blog. Kebetulan theme kita sama, semoga otak dan semangat saya bisa menyamai njenengan.
    Silahkan juga kunjungi blog saya di http://www.muji0n0.wordpress.com
    Thanks.

  • 2. Vika Insanittaqwa  |  April 10, 2008 at 9:53 am

    Terus berjuang saja Pak Tirjo. Yang Di Atas yang lebih tahu. :)

    P.S. Mohon maaf saya masih belum bisa ke sana

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

Februari 2007
S S R K J S M
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Most Recent Posts